Menu

DERFAFU.BLOGSPOT.COM

DERFAFU.BLOGSPOT.COM

FIREWORKS

( image from http://ejocurionline.net/  )

You know what?
It's feels like firework
No need ask
No need word
just like the wind blow

But, sometime scared
Scared
Cause you dont know the fire is working hard in my heart
Because of you


( DFFU - Malang city, in the midday, in the room, so silent here, but so beating in my heart )

Perjalanan B29

Foto ini diambil dari puncak B29, B29 itu berada di atas pegunungan Bromo, Jadi bisa lihat gunung Buthak dan gunung Bromo. Perjalanan di mulai dari kota malang, menuju dampit, sampai di lumajang, menuju kota Lumajang lalu singgah di rumah saudara, keesokkannya perjalanan dilanjut.langsung attack B29. Perjalanannya asik, saking asikknya jadi males cerita hehehe .. cukup dikenang :P.

Pulangnya dari Lumajang lewat Pasuruan, Probolinggo nyampek deh Malang lagi, teruuussss ... kota Malang :)

( Naik Ojek )

( Naik Ojek part II )

( Terlihat Puncak B30 )




Perjalanan Gunung Arjuno


Persiapan di pos perijinan


Perjalanan menuju puncak gunung Arjuno, Malang, Jawa Timur ( 3.339 mdpl )


Terlihat puncak gunung Arjuno dari Hutan Lali Jiwo ( setelah pos Gombes )


Taraaaaaaaaaaa ... sampai di puncak. yey yey yey hahaha


Perjalanan turun setelah mencapai puncak gunung Arjuno. Berada di savana, melalui jalur lawang ( kebun teh ).


Perjalanan memakan waktu 15 jam, dengan sedikit istirahat. Dan tidak membawa peralatan berkemah. Hanya membawa flysheet, tidur di semak- semak belukar.

Perjalanan yang singkat namun sarat akan kenangan. Ingin aku kembali kesana melalui jalur lain. Ooh Arjuno ... Mitosnya kalau mendaki dengan gebetan, pulangnya langsung jadian, ada juga yang bilang kalau setelah mendaki Arjuno langsung dapat sang Arjunanya. Tapi aku tetep jomblo aja tuh wkwkwk

Coba Sejenak Melihat Ke Arah Lain

Wahai kalian pejuang legalitas ganja, wahai kalian pejuang LGBT dan segala rentetan permasalahan modern. Di sini di desa yang bahkan tidak terlalu terpencil. Akses mudah kemana saja, informasi bisa didapat dari mana saja. Masih ada kemiskinan yang belum tertuntaskan. Aku hanyalah orang ketiga yang menuliskan dan menggambarkan kejadian yang ada pada sekitarku.

Di Dusun ini ( kebetulan kalau di kabupaten masih menggunakan istilah dusun dan desa, beda dengan kota ) terdapat berbagai macam orang. Ada yang terlanjur kaya karena giat bekerja, ada yang memang kaya dari turunan sebelumnya, ada yang baru memulai hidup dari nol, ada yang miskin ada yang kelewat miskin. Semua ada pada dusun itu. Tidak hanya status sosial ( dilihat dari meteri ) tetapi juga ada macam- macam orang seperti ex-pelacur, bandar togel, bandar narkoba, pengemis, pengamen, penjual bubur, penjahit, buruh tani, pengusaha kecil, pengusaha besar, lintah darat, arsitek sampai haji pun ada. Semua hidup rukun disini.

Unek unek tentang petani dan pertanian

Semester 6 kuliah di fakultas pertanian UB aku gunakan untuk cuti, bukan cuti yang legal sih. Hanya tidak pernah masuk kuliah saja hehehe ...

Awalnya merasa menyesal, tapi lama kelamaan setelah dinikmati enak juga karena apa. Karena aku punya kegiatan yaitu budidaya jamur tiram, jual bubuk kopi dan budidaya ikan lele.
Aku melakukan budidaya jamur tiram di halaman belakang rumah yang benar- benar nganggur. Dan berjualan bubuk kopi di depan rumah dengan memanfaatkan ruangan kecil yang dulunya aku gunakan sebagai ruang kerja percetakan ( sekarang pindah di kamar pribadi hehe ) dan berencana membeli kios di pasar baru tapi entahlah takutnya tidak ada yang akan mengurusi lagi setelah ada mood kuliah lagi haha, selanjutnya aku budidaya lele di sebuah bangunan yang letaknya sekitar setengah kilometer dari rumah. bangunan itu memang dikhususkan untuk budidaya ikan. Namun setelah berjalan aku rasa bangunan itu terlalu besar dan budidaya selanjutnya akan dilakukan di belakang rumah nenek yang tidak jauh dari rumah.

Hari hari aku jalani dengan kadang bahagia, kadang bosan, kadang ya senang kadang ya gitu deh macem- macem. Keseharianku tidak melulu mengenai kegiatan budidaya atau berjual- beli. Kadang aku juga bersepeda keliling dari desa ke desa dari sawah ke sawah. Dari sini aku banyak melihat keseharian petani yang sebenarnya, tidak hanya itu, mungkin karena keseharianku juga berinteraksi dengan masyarakat ( pembeli ) aku jadi sedikit banyak memahami kehidupan masyarakat yang dulunya tidak pernah aku MAU pahami dan mengerti. Maklum dari kecil aku hanya fokus pada sekolah tanpa pernah berinteraksi dengan tetangga. Yaahh aku cukup menyesal, tetapi aku juga cukup bersyukur karena aku pernah merasakan ini.

INTERMEZOOOOO~ heuheu