Menu

DERFAFU.BLOGSPOT.COM

DERFAFU.BLOGSPOT.COM

Sajak Malam

Ketika semua sudah bisa lepas .. Bebas .. Dan ikhlas 😊 karena kamu berhak mendapatkan yg lebih baik. Aku hanyalah tubuh yg tanpa daya tiada nyawa yg tak pantas untuk kau piara. Raga ini hanya, hanya budak dr jiwa yg dikuasai amara. Tak sudi ku melihat kau mencium bau bangkai yg tercium dr raga, raga yg sudah membusuk termakan ulat, cacing, jamur, virus, CO2 dsb ini. Oooh tuan maafkan aku yg pernah menyakitimu

Agustus 2015

Hidup di desa yg berbeda dengan semua hiruk pikuk kota. Bahagia dengan dikelilingi masyarakat sederhana. Sangat berbeda dibanding dulu hidup di kota surabaya. Dengan perumahan yg selalu sepi, tanpa ada teriakan anak2 yg bermain di luar rumah. Rasa tenang & damai itu ada disini.
Canda & tawa masyarakat yg masih sederhana, berbeda dengan canda tawa yg dibuat2.
Disini semua serba alami, sederhana ...
Cara pandang yg masih sederhana tanpa ada pandangan buruk dan kejam.
Di kota masyarakat berlomba mencari uang yg banyak, memiliki rumah yg besar dan tinggi menjulang. Disini tidak .. Kami berlomba hanya saat bulan agustus saat lomba makan kerupuk, balap karung, kelereng, bakiak, panjat pinang. Sederhana ... Tapi tetap bahagia.
Takut kalau kealamian ini hilang dengan rasa serakah & angkuh. Tuhan .. Terimakasih. Kami bahagia dengan kesederhanaan dan kebahagiaan kecil ini.
Selamat Hari Ulang Tahun negeriku. INDONESIA
Salam dari dusun kecil di pinggiran kabupaten nganjuk :)

Mimpi

Mimpi ..
Seperti oase di gurun pasir
Menjadi penyemangat disaat susah
Menjadi penyemangat disaat raga ini mulai menyerah.
Mimpi yg dimasukkan dalam otak, ditanam dan dipupuk akan menjadi kenyataan. Dibarengi dengan usaha yg nantinya pasti akan menemukan jalan untuk menuju mimpi

Persepsi


Hidup ..
Seperti senja
Tak jelas warnanya
Semburat warna biru, putih, kuning dan merah. Warna apakah itu? Kata orang madura itu hijau, kata orang buta warna itu abu-abu, kata anak kecil itu kuning, kata orang tua itu merah. Aaahh itu semua cuma persepsi, pendapat masing2, menurut masing2.


Hidup ..
Seperti angin
Mengikuti kemana tekanan membawa.
Bila ada hambatan, ia akan berbelok tanpa harus menantang. Berbeda dengan sang ombak, bila ada hambatan, ia akan menerjang sekuat tenaga tanpa menyerah. Aaahh cuma persepsi, pendapat masing2, menurut masing2.


Manusia, adalah suatu hal yg ganjil apabila tidak dibarengi dengan iblis dan malaikat, karena manusia hanyalah suatu hal yg dikendalikan. Bila ia berbuat baik maka malaikatlah yg mempengaruhinya, malaikat selalu ada didekatnya. Berbeda apabila ia berbuat buruk, zina, jahat, kejam, pasti ia dipengaruhi bahkan dirasuki iblis. Aaahh itu hanya persepsi .. Semua hal adalah persepsi. Manusia diciptakan mempunyai pikiran dan perasaan untuk menghasilkan "persepsi
"

Tuhan


Tuhan andai aku bisa berdiskusi kepadamu layaknya aku berdiskusi biasanya ...


Tuhan mengapa disetiap ketaatanku aku selalu Kau beri bertubi-tubi cobaan, tapi jika aku mengurangi atau bahkan tidak taat kepadamu hidupku biasa saja tiada cobaan menerpa.
Sudah banyak memang bacaan2 mengenai Kau,
"ada rencana Tuhan dibalik kesusahanmu"
"Tuhan memberi apa yg kita butuhkan bukan yg kita inginkan"
"Tuhan maha pendengar"
Tuhan maha .. Tuhan maha sampai 99. Aku lelah dengan semua ketidakpastian & kepastian yg Kau janji2kan.


Tuhan adakah Kau disana mendengarkan aku yg mengataiMu?
Tidak kah Kau marah kepadaku saat ini?
Yah aku tau "azab yg Kau beri tidak langsung datang menimpa"


Tuhan tidakkah Kau lelah dengan semua keluhan umatmu di dunia? Tidakkah Kau kecewa dengan mereka yg tidak percaya bahkan membencimu padahal Kau menciptakan mereka sendiri. Manusia yg Kau bela dihadapan para malaikat, manusia yg Kau agungkan dihadapan setan & jin, manusia yg Kau anggap pantas menjadi khalifah bumi. Kau memang maha segalanya Tuhan.


Aku sadar, bahwa saat aku kecewa & tiada seorangpun dapat disalahkan aku pasti akan menuduhMu, aku pasti akan marah kepadaMu. Tp Kau tidak marah, tidak pernah malah. Saat aku dirundung masalah, aku marah seketika, emosiku untuk marah kepadaMu memuncak. Apakah berarti aku harus belajar menata emosi & nafsu.


Ooh Tuhan disaat sperti ini Kau masih bisa mengajarkanku arti bersabar yg paling sabar, arti mengendalikan diri.
Betapa baiknya Kau Tuhan, masih mau mengajarkan aku & memberi pengertian aku, meskipun Kau tak berbicara langsung, tp aku yakin, mungkin ini salah satu caraMu berbahasa & berbicara kepadaku, yaitu dengan membiarkan diriMu seperti menjawab apa keluhanku.




Tuhan adalah Kau disana?????