Menu

DERFAFU.BLOGSPOT.COM

DERFAFU.BLOGSPOT.COM

KEINGINAN SALAH SATU PETANI KOTA BATU

Saya merupakan mahasiswa fakultas pertanian Universitas Brawijaya Malang, sekarang semester 5. Tanggal 25 Nopember 2015 saya bersama teman- teman satu kelas mendatangi salah satu petani di desa Junrejo, Batu untuk memenuhi tugas mata kuliah Usaha Pertanian. Beliau merupakan salah satu kelompok tani di desa tersebut. disini yang dipermaslahkan bukan apa isi dari wawancara kami, tapi saya sangat menyoroti harapan dan keinginan bapak tersebut dalam pertanian di Indonesia kedepan.

Permasalahn yang beliau hadapi adalah modal dan tenaga kerja. Pada modal beliau jujur mengatakan lebih memilih meminjam di koperasi atau pegadaian dibanding dengan Bank, karena proses yang rumit dan membutuhkan waktu tersebutlah yang membuat para petani biasa enggan untuk melakukan peminjaman di Bank ( terlalu lama untuk memulai tanam ). Disamping itu beliau juga sangat kebingungan disaat memulai penanaman dan pemanenan, beliau jarang mendapatkan pekerja pada usia muda yang masih cekatan. Beliau selalu mendapat tenaga kerja yang sudah berusia lanjut. Setelah diamati, pemuda sekarang lebih memilih bekerja selain di sektor pertanian, mereka lebih memilih bekerja sebagai kuli bangunan, pelayan toko, penjaga tempat wisata dsb. Petani tidak dapat berbuat banyak terhadap permasalahan yang di hadapi terutama tenaga kerja, beliau hanya bisa nerimo dan menyesuaikan diri. Akhirnya beliau bekerja sama kepada seluruh petani untuk saling gotong-royong bila ada yang membutuhkan tenaga kerja.

Maka dari itu beliau berharap kepada pemerintah terutaman pemerintahan Kota Batu supaya lebih mengatur pembangunan tempat wisata di Kota Batu. Karena adanya pembangunan ini, lahan pertanian semakin tergusur dari kota batu, petani juga sulit mendapatkan tenaga kerja karena tenaga kerja lebih memilih pekerjaan selain bertani. Petani yang seperti ini yang nantinya akan semakin tergusur dari kota Batu dan akhirnya menyingkir ke pinggiran Kota Batu. Selain itu beliau juga berharap adanya subsidi bantuan pupuk dan pestisida organik, pelatihan dan pendampingan supaya dapat terus berkelanjutan, tidak hanya berjalan dalam satu waktu saja.

Bayangkan, jika tidak ada satu orang pun yang mau dan peduli terhadap PERTANIAN. Mau makan apa seluruh penduduk di dunia ini?? mengantungkan kemana lagi kita kalau tidak ke petani seperti mereka? tapi mengapa PERTANIAN masih menjadi sektor yang kurang diperhatikan.